Pemikiran Epistemologi Ilmu Menurut Seyyed Hossein Nasr
DOI:
https://doi.org/10.0000/x3ztqa98Keywords:
Pemikiran, Epistemologi ilmu, Seyyed Hossein NasrAbstract
Artikel ini membahas pemikiran epistemologi ilmu menurut Seyyed Hossein Nasr merupakan kritik tajam terhadap paradigma ilmu modern yang dominan bersifat positivistik dan sekuler. Paradigma ini mengabaikan dimensi metafisika dan spiritual yang menyebabkan desakralisasi ilmu pengetahuan serta alam semesta, sehingga alam dipandang secara mekanistik dan terfragmentasi tanpa makna sakral. Nasr menegaskan bahwa alam semesta adalah manifestasi dari Yang Sakral (Allah) yang harus dipahami secara holistik, hierarkis, dan integral, menggabungkan antara nalar, wahyu, ilmu empiris, dan tradisi spiritual Islam. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, hermeneutika filosofis, dan analisis wacana pada karya-karya utama Nasr untuk menggali alternatif epistemologi tradisional sebagai solusi atas krisis ilmu modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendekatan ini menolak reduksionisme ilmu modern serta menawarkan paradigma ilmu yang humanis dan transenden, menitikberatkan pada integrasi ilmu dan agama demi membangun peradaban ilmu yang beradab dan berkelanjutan di era kontemporer.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sofia Azzahra, Sri Suryanta (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




