Revitalisasi Konsep Teologis Abu Hasan Al-Asyari dalam Transformasi Pendidikan Pesantren Tradisional di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.47574/b6j0b263Kata Kunci:
Abu Hasan Al-Asyari, Era Digital, Pendidikan Islam, Pesantren Tradisional, TeologiAbstrak
Penelitian ini mengkaji revitalisasi konsep teologis Abu Hasan Al-Asyari dalam konteks transformasi pendidikan pesantren tradisional di era digital. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi tantangan adaptasi teknologi digital tanpa kehilangan identitas teologisnya. Konsep teologis Al-Asyari yang menekankan keseimbangan antara akal dan wahyu menjadi relevan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kemajuan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model library research dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan dari sumber primer berupa karya-karya Al-Asyari dan sumber sekunder berupa penelitian terkini tentang transformasi pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep teologis Al-Asyari memberikan landasan filosofis yang kuat untuk transformasi pesantren tradisional. Prinsip wasathiyyah (moderasi), keseimbangan akal-wahyu, dan adaptabilitas dalam pemikiran Al-Asyari dapat dijadikan framework untuk mengembangkan model pendidikan pesantren yang tetap mempertahankan autentisitas sambil mengadopsi teknologi digital. Revitalisasi ini tidak hanya mempertahankan relevansi pesantren di era modern tetapi juga memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan Islam moderat di Indonesia
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Bangkit Adi Saputra, Siti Nurjanah (Author)

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




